Hipertensi pada Anak Muda: Ancaman Senyap yang Perlu Diwaspadai
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, kini semakin banyak anak muda berusia 18–30 tahun yang mengalaminya. Gaya hidup modern, stres, dan pola makan yang tidak sehat membuat hipertensi menjadi ancaman senyap bagi generasi muda.
Mengapa Anak Muda Bisa Kena Hipertensi?
- Pola makan tinggi garam dan lemak
Konsumsi makanan cepat saji, gorengan, dan makanan olahan meningkatkan risiko naiknya tekanan darah. - Kurang aktivitas fisik
Kebiasaan duduk terlalu lama—belajar, bekerja, atau bermain gawai—dapat melemahkan fungsi jantung dan pembuluh darah. - Stres dan kurang tidur
Tekanan akademik atau pekerjaan serta kualitas tidur buruk dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur tekanan darah. - Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
Dua hal ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan menaikkan tekanan darah secara signifikan.
Gejala yang Sering Tidak Terasa
Banyak anak muda tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Jika pun muncul, biasanya berupa:
- sakit kepala,
- jantung berdebar,
- mudah lelah,
- pandangan kabur.
Namun, gejala ini tidak spesifik dan sering diabaikan.
Dampak Jika Dibiarkan
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:
- kerusakan jantung,
- stroke,
- gagal ginjal,
- gangguan penglihatan.
Kerusakan ini bisa terjadi secara perlahan tanpa disadari.
Cara Mencegah Hipertensi di Usia Muda
- Kurangi konsumsi garam dan makanan cepat saji.
- Rutin berolahraga minimal 30 menit, 3–5 kali seminggu.
- Kelola stres dengan tidur cukup, meditasi, atau hobi positif.
- Hindari rokok dan alkohol.
- Periksa tekanan darah secara berkala, terutama jika ada riwayat keluarga.






